Suster-suster Notre Dame…Diutus untuk menjelmakan kasih Allah kita yang mahabaik dan penyelenggara

Makanan Hangat dan Tempat untuk Membangun Koneksi Pusat Kesejahteraan Sosial Terpadu Jung-gu, Busan, Membuka ‘Daon Hankki’

PDF Download

Pada tanggal 26 Agustus, Pusat Kesejahteraan Sosial Terpadu Busan Jung-gu membuka Daon Hankki, sebuah fasilitas ramyeon gratis tempat pengunjung dapat menyiapkan dan menikmati hidangan hangat. Sr. Joan Maria, kepala Pusat Kesejahteraan Sosial, didukung oleh Sr. Maria Ga In, seorang pekerja sosial, inisiatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi individu yang terisolasi secara sosial serta mengurangi kesenjangan dalam sistem kesejahteraan sosial. Nama Daon artinya “segala hal baik akan ikut”, sedangkan Hankki artinya “makanan.”

Daon Hankki buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 17.00 dan dilengkapi dengan dua alat masak ramyeon otomatis, penyaring air, microwave, serta alat sterilisasi. Fasilitas ini diperkirakan akan melayani sekitar 50 orang setiap hari. Jung-gu, Busan, adalah destinasi populer bagi wisatawan asing dan kawasan di sekitar Pusat Kesejahteraan ini menarik banyak pengunjung. Mengenali hal ini, Daon Hankki menyambut wisatawan maupun penduduk setempat dengan menawarkan berbagai macam mi ramyeon Korea dan nasi dalam cangkir untuk mengakomodasi beragam selera.

Renovasi interior didanai oleh hibah sebesar 20 juta won dari program Donasi Cinta Kampung Halaman, sedangkan biaya operasional berkelanjutan akan ditanggung melalui sumbangan. Sr. Maria Ga In akan mengambil peran utama pengelolaan fasilitas ini dan membantu menjadikannya sumber daya komunitas yang ramah dan berkelanjutan.

Melalui Daon Hankki, Pusat Kesejahteraan berharap dapat menawarkan lebih dari sekadar makanan gratis. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan penyemangat kepada mereka yang mengalami kelaparan, sekaligus menciptakan ruang yang ramah di mana orang-orang yang mungkin merasa terisolasi dapat bertemu dengan orang lain, membangun relasi, dan menjalin kembali ikatan dengan tetangga mereka.

 

More from snd1.org