Dalam rangka melihat secara langsung perkembangan karya sosial dan pendampingan anak di wilayah misi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sr. M. Yuliana, SND, selaku Ketua Yayasan Sosial Notre Dame Pekalongan, bersama Sr. M. Herlina, SND, selaku Bendahara Yayasan Sosial Notre Dame Pekalongan, melakukan kunjungan ke beberapa komunitas Suster Notre Dame di NTT. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan karya, kebutuhan komunitas, serta kondisi anak-anak yang mendapat pendampingan.
Perjalanan diawali dari Komunitas Bintang Laut Oeleta, sekitar 45 menit dari Bandara El Tari Kupang. Di tempat ini, para suster berkarya dalam bidang pendidikan melalui pendampingan peserta didik di tingkat TK dan SD. Meningkatnya jumlah murid menjadi salah satu alasan untuk terus mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan. Sr. Maria Nicoline, SND, Sr. Maria Eufrasia, SND, dan Sr. Maria Sesilio, SND, menjalankan tugas sebagai guru, tenaga administrasi, pengelola komunitas, serta terlibat dalam pelayanan Gereja dan masyarakat.
Dari Oeleta, perjalanan dilanjutkan menuju Wini untuk mengunjungi LKSA Marganingsih. Perjalanan ditempuh melalui jalan yang berliku dan terjal dengan kondisi wilayah yang sebagian besar berbukit dan berbatu, terutama pada musim kemarau.
LKSA Marganingsih Wini saat ini mendampingi 20 anak, mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi. Pendampingan mencakup pendidikan, kehidupan sehari-hari, pembinaan keterampilan, dan persiapan anak menuju masa depan. Sr. Maria Detta, SND, menjadi penanggung jawab komunitas.
Dalam kunjungan tersebut, Sr. M. Yuliana dan Sr. M. Herlina menyerahkan beberapa sepeda kepada anak-anak LKSA. Sepeda tersebut digunakan untuk mendukung mobilitas anak, terutama perjalanan ke sekolah dan aktivitas sehari-hari. Selain itu, kunjungan diisi dengan rekoleksi, dinamika kelompok, pentas seni, makan bersama, dan doa. Setelah dari Wini, para Suster melanjutkan perjalanan mengunjungi Komunitas di Kefa dan kembali ke Jakarta dengan sehat.






