Musyawarah Provinsi 2025, yang berlangsung di Biara Notre Dame, Patna, mengumpulkan sebanyak 130 Suster dari berbagai wilayah dan komunitas. Musyawarah ini dibuka dengan sebuah doa pembuka yang menyentuh, memohon berkat dari Tritunggal Mahakudus, menciptakan suasana reflektif dan penuh rahmat selama tiga hari pembahasan dan berbagi mengenai tema, “Pengelola Kebaikan Allah: Hidup dengan Integritas.”
Dalam sambutannya, Suster Mary Alice mengajak para peserta untuk mendalami komitmen mereka terhadap pengelolaan yang bertanggung jawab, integritas dalam keuangan, peduli terhadap kaum miskin, serta pengelolaan sumber daya secara etis sesuai dengan nilai-nilai Injil dan kondisi sosial saat ini. Suster Mary Sreeja memimpin sesi refleksi dan diskusi kelompok, dengan penekanannya pada akar spiritual dari pengelolaan— yaitu syukur, tanggung jawab, dan kemurahan hati—sebagai ungkapan dari misi Injil.
Para narasumber memperkaya pertemuan dengan sesi mengenai kesehatan mental, dampak kecerdasan buatan dalam pelayanan, serta perlindungan terhadap aset fisik dan keuangan Kongregasi. Mereka juga memberikan wawasan yang berharga mengenai kemiskinan Injili, pengelolaan keuangan yang sehat, dan aspek hukum terkait pengelolaan tanah di Bihar. Rekomendasi dari musyawarah tersebut menekankan pentingnya transparansi, perencanaan yang bijaksana, serta penggunaan sumber daya yang efektif demi kepentingan komunitas dan misi.
Beberapa sorotan termasuk pembaruan mengenai Pendidikan Inklusif dari Sr. Mary Tessy, Inisiatif Kesehatan oleh Sr. Mary Pushpita, dan Layanan untuk orang yang berkebutuhan khusus oleh Sr. Mary Nalini. Musyawarah diakhiri dengan sebuah ajakan baru untuk menjunjung tinggi keadilan, integritas, dan adaptasi kreatif dalam semua karya pelayanan. Dengan penuh rasa syukur dan terinspirasi, para suster berkomitmen untuk terus hidup dalam pengelolaan dengan keberanian dan belas kasih sesuai dengan tema yang diusung.






