Pada tanggal 22–23 Mei 2026, Yayasan Santa Maria merayakan syukur 70 tahun di Purbalingga, tempat bersejarah yang menjadi awal karya pendidikan para Suster Notre Dame (SND) Indonesia yang dirintis oleh para suster misionaris dari Belanda.
Mengusung tema “Berakar dalam Nilai, Bertumbuh dalam Pembelajaran, Berbuah bagi Sesama”, seluruh keluarga besar Yayasan Santa Maria yang menaungi sembilan unit pendidikan dari TK hingga SMA berkumpul dalam suasana penuh syukur dan persaudaraan. Perayaan diisi dengan seminar, refleksi, napak tilas sejarah pendidikan, pentas seni, olahraga, dan berbagai kegiatan kebersamaan.
Puncak perayaan berlangsung dalam Ekaristi Syukur yang dipimpin oleh Romo FX. Handy Kristian Adiputra, Pastor Paroki St. Agustinus Purbalingga. Dalam homilinya, Romo mengungkapkan rasa syukur atas buah karya pendidikan yang telah berakar kuat selama tujuh puluh tahun, ditandai antara lain dengan lahirnya dua imam yang merupakan alumni lembaga pendidikan SND. Beliau juga menegaskan bahwa dari hal-hal sederhana yang dikerjakan dengan kasih Allah akan tumbuh karya yang berakar kuat dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Dalam perayaan tersebut juga dilaksanakan pemberkatan aula dan asrama baru. Dalam sambutannya, Suster Maria Elfrida, SND selaku Ketua Yayasan Santa Maria menegaskan bahwa fasilitas ini tidak hanya mendukung karya pendidikan, tetapi juga terbuka untuk pelayanan Gereja dan masyarakat. Kehadiran asrama menjadi tanda kesiapan Yayasan Santa Maria untuk terus bertransformasi dalam mendidik generasi muda agar tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bijaksana dalam bersikap dan bertindak.
Perayaan syukur ini menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan panjang karya pendidikan yang telah diwariskan para Suster Notre Dame serta meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang berakar pada nilai-nilai Kristiani dan berbuah bagi sesama berciri khas Notre Dame.






