{"id":88641,"date":"2018-12-30T17:06:42","date_gmt":"2018-12-30T17:06:42","guid":{"rendered":"https:\/\/snd1.org\/suster-anna-marise\/"},"modified":"2024-07-05T11:43:31","modified_gmt":"2024-07-05T11:43:31","slug":"suster-anna-marise","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snd1.org\/id\/berita-kematian2-2\/suster-anna-marise\/","title":{"rendered":"Suster Anna Marise"},"content":{"rendered":"<p><strong>Suster Anna Marise\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0<\/strong>\u00a0 ND 5357\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0<a href=\"https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/AnnaMariseIndo.pdf\"><i class=\"fa fa-download\"><\/i>PDF Download<\/a><\/p>\n<p>Anna Zorzi<\/p>\n<p>Provinsi Nossa Senhora Aparecida, Canoas, RS &#8211; Brazil<\/p>\n<p>Tanggal dan Tempat Lahir:\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 12 April, 1937\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Ivor\u00e1, J\u00falio de Castilhos, RS<br \/>Tanggal dan Tempat Profesi:\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 11 Februari, 1960\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Passo Fundo, RS<br \/>Tanggal dan Tempat Meninggal:\u00a0 \u00a0 \u00a030 Desember, 2018\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Recanto Aparecida, Canoas, RS<br \/>Tanggal dan Tempat Makam:\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 30 Desember, 2018\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Makam Biara, Canoas, RS<\/p>\n<p><em>\u00a0<a href=\"https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/181230_AnnaMarise.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-22417 alignleft\" src=\"https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/181230_AnnaMarise.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/181230_AnnaMarise.jpg 300w, https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/181230_AnnaMarise-263x350.jpg 263w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/em><em>\u201cLayanilah TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai.\u201d<\/em> Mzm 100:2<\/p>\n<p>Seperti yang diungkapkan oleh pemazmur dalam Mazmur 100: 2, Sister Anna Marise \u201cMelayani Tuhan dengan sukacita\u201d selama hidupnya. Dengan meninggalkan dunia ini, dia dapat \u201cmemasuki gerbang surga dengan nyanyian pujian dan syukur\u201d dan membawa perbuatan baik yang dia miliki dalam pelayanannya yang penuh dedikasi dalam membangun Kerajaan Allah.<\/p>\n<p>Anna adalah anak kesebelas dari dua belas anak Augusto dan Maria Donato Zorzi. Dia hanya tinggal beberapa tahun dengan orang tuanya sejak ibunya meninggal ketika dia baru berusia empat tahun dan ayahnya meninggal ketika dia berusia sebelas tahun. Satu tahun setelah kematian ibunya, dia tinggal bersama seorang bibi. Sr. Anna Marise sangat dekat dengan keluarganya dan menjadi penghubung dalam berelsasi dengan para anggota keluarga.<\/p>\n<p>Ketika dia berusia 20 tahun, Anna Marise meminta untuk diterima di Kongregasi Suster-suster Notre Dame. Dalam permintaan itu, dia mengatakan bahwa \u201csejak usia 8 tahun dia sudah ingin menjadi suster.\u201d Keinginannya dikabulkan dan pada tahun 1960, dia mengucapkan profesi pertama di Passo Fundo. Selama 42 tahun Suster melayani di rumah sakit sebagai perawat. Sr. Anna Marise mempunyai hubungan baik dengan para karyawan dan juga dengan para pasien yang dilayaninya. Dalam pelayanannya, wajahnya selalu menunjukkan senyum ramah dan penuh kasih sayang yang menarik banyak orang.<\/p>\n<p>Selain kesiapsediaan dan komitmennya dalam melayani, ia menghadapi kehidupan sehari-hari di rumah sakit dengan humor yang baik. Seorang suster menulis: Dia orangnya humoris dan selalu membuat kami tertawa. Misalnya, dia selalu membawa kertas dan pena di sakunya sehingga ketika dia mendengar kata yang lucu, dia bisa menuliskannya. Kemudian pada waktu makan atau rekreasi di tempat umum, ketika dia akan memasukkan tangannya ke sakunya, kami tahu bahwa sudah waktunya untuk tertawa\u2026Dikaruniai dengan karakter yang kuat, ia langsung mengekspresikan pikiran dan keinginannya, tetapi kesediaannya untuk melayani komunitas sangat luar biasa. Di Recanto Aparecida, tempat dia tinggal sejak 2013, dia suka terlibat dalam liturgi atau doa bersama dan setia dalam merawat kapel.<\/p>\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, adalah kegembiraannya untuk menyambut para pengunjung Rumah Provinsi. Dia menyambut semua orang dengan kasih sayang, perhatian dan senyum di wajahnya. Pekerjaan ini memberinya waktu dan kesempatan untuk membaca, membuat seprai dan handuk dengan kerajinan tangan fuxico. Suster Anna Marise sangat mencintai Kongregasi. Dia selalu menunjukkan minat pada apa yang sedang terjadi di provinsi dan berdoa untuk para s<strong>u<\/strong>ster dan misi mereka. Sebagai seorang yang berdevosi kepada Bunda Maria, dia berusaha mengikuti teladannya dalam melayani Tuhan dengan sukacita.<\/p>\n<p>Pada 2017, dia didiagnosis menderita kanker pankreas. Dengan keberanian dan keteguhan hati, dia menjalani kemoterapi dan operasi, yang memperpanjang hidupnya satu tahun. Suster menikmati hidup dan meskipun tidak dalam rencananya untuk meninggalkan dunia ini begitu cepat, sehingga keinginannya belum semua terkabul. Tahun ini, penyakitnya kembali semakin agresif. Selama perawatan, dia sangat tabah dan berterima kasih atas perawatan yang diterima. Dia selalu sangat berterima kasih, dan tidak ingin menjadi beban bagi para suster dan staf perawat.<\/p>\n<p>Sama seperti tahun ini yang akan berakhir, yaitu pada pagi hari tanggal 30 Desember, Suster Anna Marise mengakhiri misinya di dunia ini dan pergi ke rumah Bapanya karena Allah memanggilnya masuk Kerajaan-Nya yang penuh cahaya dan kedamaian. Kami berterima kasih kepada Suster untuk kesaksian tentang iman, sukacita dan kesiapannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Provinsi Nossa Senhora Aparecida<br \/>\nCanoas, RS &#8211; Brazil<br \/>\n30 Desember, 2018<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":56300,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[295],"tags":[],"class_list":["post-88641","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-kematian2-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88641"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88641\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":106223,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88641\/revisions\/106223"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56300"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}