{"id":85024,"date":"2017-03-07T11:32:41","date_gmt":"2017-03-07T11:32:41","guid":{"rendered":"https:\/\/snd1.org\/suster-maria-frederika\/"},"modified":"2024-07-05T11:48:56","modified_gmt":"2024-07-05T11:48:56","slug":"suster-maria-frederika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snd1.org\/id\/berita-kematian2-2\/suster-maria-frederika\/","title":{"rendered":"Suster Maria Frederika"},"content":{"rendered":"<p><strong>Suster Maria Frederika\u00a0\u00a0<\/strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 ND 4305 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0<a href=\"https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/FrederikaIndo.pdf\"><i class=\"fa fa-download\"><\/i> PDF Download<\/a><br \/>\nJohanna Maria de Vroedt<\/p>\n<p>Delegasi Regina Virginum, Tegelen, Negeri Belanda<\/p>\n<p>Tanggal dan Tempat Lahir\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 02 Februari, 1923\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Fijnaart, Negeri Belanda<br \/>\nTanggal dan Tempat Profesi\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 04 Januari, 1949\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tegelen, Negeri Belanda<br \/>\nTanggal dan Tempat Kematian \u00a0\u00a0 07 Maret, 2017\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tegelen, Negeri Belanda<br \/>\nTanggal dan Tempat Makam \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 11 Maret, 2017\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tegelen, Negeri Belanda<\/p>\n<p>\u201cKemanapun arah kapalmu selalu ada dalam tangan Tuhan\u201d\u00a0Beristirahatlah dalam Damai<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-18990\" src=\"https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Frederika.jpg\" alt=\"\" width=\"201\" height=\"256\" \/>Suster Maria Frederika merupakan anak kedua dari Wilhelmus de Vroedt dan Maria Johanna Dierks. Keluarga memiliki 9 anak. Ayahnya adalah seorang tukang perahu sehingga semua anak-anak mereka menghabiskan tahun pertama mereka di kapal. Suster Maria Frederika mencintai perahu dan menikmati kehidupan di air. Ketika mereka sudah cukup dewasa anak-anak harus meninggalkan keluarga besar yang nyaman untuk mencari pekerjaan di darat.<\/p>\n<p>Itulah jalan bagaimana Suster Maria Frederika sampai ke Suster-suster Notre Dame di Nijmegen. Ia senang berbagi pengalaman akan hidupnya di mana ia belajar banyak dengan para SND karena pendidikan di perahu itu tidak cukup baginya. Lama kelamaan ia semakin berkembang menjadi wanita mandiri dengan pikiran yang cemerlang.<\/p>\n<p>Kemudian ia mendapatkan pekerjaan di panti asuhan milik para suster SND di Den Haag. Dia sangat senang bekerja dengan anak-anak! Dia mengorbankan dirinya sendiri dan baginya tidak ada yang terlalu banyak. Suasana tinggal bersama para wanita yang merawat anak-anak di situ sungguh baik. Tiga dari mereka memutuskan untuk bergabung dengan Suster-suster Notre Dame di Tegelen. Itu adalah benih panggilan baginya dan pada tahun 1949 dia juga masuk biara.<\/p>\n<p>Setelah mengucapkan kaul pertama ia studi lanjut dan mendapatkan diploma dalam perawatan anak-anak dan di kemudain hari ia belajar lagi dan mendapatkan diploma sebagai Asisten Perawat.<\/p>\n<p>Selama 27 tahun ia berkarya di panti anak-anak milik SND, yaitu: di Den Haag, Tegelen, Amsterdam and Wassenaar. Ia juga merawat anak-anak di Maria Auxiliatrix Sanatorium kami. Kemudian ia membaktikan dirinya untuk merawat para suster kami yang tua dan yang sakit di Pusat Perawatan Kesehatan di Tegelen.<\/p>\n<p>Ketika dia sendiri semakin tua dan kekuatannya menurun, ia mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang lebih ringan.<\/p>\n<p>Ia selalu mengerjakan apapun dengan penuh humor dan cinta meski ia harus berkurban.\u00a0 Selama hidupnya ia selalu berhubungan dengan anak-anak yang pernah ia rawat. Mereka menghargai cinta keibuan dan dukungannya sampai mereka menginjak dewasa. Dan ia sangat bangga ketika dia mendengar bahwa mereka berhasil dalam hidup mereka.<\/p>\n<p>Kami juga akan selalu mengingat Suster Maria Frederika dengan penuh syukur dan terima kasih.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Delegasi Regina Virginum<br \/>\nTegelen, Negeri Belanda<br \/>\n07 Maret, 2017  <\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":50540,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[295],"tags":[],"class_list":["post-85024","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-kematian2-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85024","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85024"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85024\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":104051,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85024\/revisions\/104051"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50540"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85024"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85024"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85024"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}