{"id":76777,"date":"2013-12-28T04:42:51","date_gmt":"2013-12-28T04:42:51","guid":{"rendered":"https:\/\/snd1.org\/suster-hedwig-maria\/"},"modified":"2024-07-05T12:44:53","modified_gmt":"2024-07-05T12:44:53","slug":"suster-hedwig-maria","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snd1.org\/id\/berita-kematian2-2\/suster-hedwig-maria\/","title":{"rendered":"Suster  Hedwig  Maria"},"content":{"rendered":"<p><b><a href=\"https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/Hedwig-M-w300.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignright  wp-image-8980\" alt=\"Hedwig-M-w300\" src=\"https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/Hedwig-M-w300.jpg\" width=\"180\" height=\"262\" srcset=\"https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/Hedwig-M-w300.jpg 300w, https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/Hedwig-M-w300-205x300.jpg 205w\" sizes=\"(max-width: 180px) 100vw, 180px\" \/><\/a>Suster \u00a0Hedwig \u00a0Maria<\/b>\u00a0 \u00a0 \u00a0ND \u00a03994 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0<a href=\"https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/HedwigMaria+indo.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u21d2PDF Download<\/a><br \/>\nHedwig Eilers<\/p>\n<p>Saudari kandung dari Sr. M. Brigitta (+ 18.07.2006) dan Sr. M. Hildegundis<\/p>\n<p>Provinsi Maria Regina, Coesfeld, Jerman<\/p>\n<p>Tanggal dan Tempat Kelahiran: \u00a018 November 1922 \u00a0 \u00a0 B\u00f6rgerwald, Emsland, Jerman<br \/>\nTanggal dan Tempat Profesi: \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 22 Mei 1952 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0M\u00fclhausen<br \/>\nTanggal dan Tempat Kematian: \u00a0 \u00a028 Desember 2013 \u00a0 \u00a0Ruang perawatan, M\u00fclhausen<br \/>\nTanggal dan Tempat Pemakaman: \u00a003 Januari 2014 \u00a0 \u00a0 Pemakaman Biara, M\u00fclhausen<\/p>\n<p>\u201cSeorang wanita perkasa, siapakah yang akan menemukannya?\u201d \u00a0Sekilas pertama kali melihat, hanya sedikit yang menganggap Sr. Hedwig Maria termasuk wanita yang kuat. Perjalanan hidupnya tidak terlalu sensasional atau ditandai dengan kesuksesan yang besar. Kebesarannya lebih terlihat dalam kesetiaannya dalam hal-hal biasa, seringkali dalam pelayanan yang tidak begitu menarik perhatian. Beliau melakukan apa yang seharusnya dijalankan, bahkan yang jauh melampaui kemampuannya.<\/p>\n<p>Hedwig Eilers dilahirkan di B\u00f6rgerwald, Emsland, pada tanggal 18 November 1922. Ayahnya yang telah kembali dari penjara Perancis pada akhir Perang Dunia I, mencoba untuk menghidupi keluarganya yang sedang berkembang dengan mendirikan sebuah toko yang menjual kain, pakaian dan makanan. Namun konsekuensi dari krisis ekonomi dunia yang sangat hebat menghantam dunia bahkan penduduk di pedesaan. Seperti yang lain, Bapak Eilers, menjadi pengangguran. Beliau menerima pekerjaan apa saja, bahkan jika pekerjaan itu hanya untuk jangka waktu yang terbatas. Oleh karena itu, ibunya menjadi pusat utama pertumbuhan keluarga ini. Beliau harus menjadi pembantu dengan gaji kecil, dengan sepuluh anak yang membutuhkan kasih sayangnya. Tentunya, anak tertua harus membantu pekerjaan rumah tangga. Hedwig belajar dari ibunya bagaimana menjalankan pekerjaan rumah dengan cara yang hemat. Namun kesalehan yang dalam serta kebijaksanaan hidup ibunya paling penting bagi anak-anak.<\/p>\n<p>Sesudah menyelesaikan sekolah dasar dan menengah, Hedwig bisa langsung mempraktekkan apa yang dipelajari dari ibunya. Pada usia 15 tahun, beliau bekerja di tanah pertanian tetangganya dan dalam waktu singkat menjadi penolong yang berguna bagi istri petani itu. Ia merawat tiga orang anak dalam keluarga petani tersebut. Selama hampir 10 tahun ia dengan rela melakukan pekerjaan ini dengan keramahan dan dengan cara yang terlatih, walaupun kadang-kadang nampak melampaui kekuatannya. Khususnya terjadi ketika petani itu harus mengikuti wajib militer dan terbunuh di medan Perang Dunia II. Sekarang istri petani itu dan Hedwig harus melakukkan semua pekerjaan di tanah pertanian dan di lading seperti: \u201cSeorang wanita perkasa\u201c, sebagaimana dikatakan dalam Injil.<\/p>\n<p>Hanya dengan enggan istri petani itu memberikan waktu libur kerja setahun ketika Hedwig ingin memperoleh ketrampilan lain dalam memasak dan pekerjaan rumah di wisma anak di Wachtendonk, Lower Rhine. Selama ia berada di wisma yang dikelola oleh kongregasi kita, Hedwig menyadari panggilan dalam dirinya untuk masuk dalam hidup religius. Pada tanggal 1 Juli 1949, ia memulai masa postulan bersama dengan adik perempuannya \u00a0Johanna di biara M\u00fclhausen. Segera kita dapat mengenali sifat kesalehan dalam hidup religiusnya.<\/p>\n<p>Sifat keramahan dan sikap bijaknya, kehandalan dan kesediaannya untuk membantu menjadi persiapan yang baik untuk menjalankan karya-karya yang dipercayakan kepadanya di tahun-tahun selanjutnya. Beliau melayani dalam berbagai bidang pekerjaan rumah tangga dan bekerja bersama orang sakit dan lansia. Beliau juga menunjukkan kualitas yang baik dalam kepimpinan. Para suster dan karyawan menghargai dan percaya padanya karena caranya yang tenang, baik dan rendah hati.<\/p>\n<p>Sejak sekitar tahun 1995, Suster Hedwig Maria merasa kekuatannya menurun. Beliau harus berhenti dari tugas-tugas yang disukainya itu. Beliau menjadi kesepian dan kadang-kadang mengalami hidup seperti kegelapan yang mencekam. Sungguh menjadi berkat khusus baginya ketika surga terbuka baginya tanggal 28 Desember dan \u2013 beliau terbebas dari segala penderitaan duniawi ini \u2013 Beliau pada akhirnya dapat berada bersama Dia yang memiliki hatinya di saat menyenangkan dan kurang menyenangkan, yang dilayaninya seumur hidup dengan kepribadian seorang \u201cwanita perkasa\u201d.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Provinsi Maria Regina<br \/>\nCoesfeld, Jerman<br \/>\n28 Desember 2013<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":33350,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[295],"tags":[],"class_list":["post-76777","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-kematian2-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76777"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76777\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":106351,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76777\/revisions\/106351"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}