{"id":119837,"date":"2026-09-23T00:21:54","date_gmt":"2026-09-23T00:21:54","guid":{"rendered":"https:\/\/snd1.org\/?p=119837"},"modified":"2026-09-29T00:29:55","modified_gmt":"2026-09-29T00:29:55","slug":"suster-maria-agnesie","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snd1.org\/id\/berita-kematian2-2\/suster-maria-agnesie\/","title":{"rendered":"Suster Maria Agnesie\u00a0\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><strong>Suster Maria Agnesie<\/strong>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 ND 5608\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <a href=\"https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/AgnesieIndo.pdf\"><i class=\"fa fa-download\"><\/i>PDF Download<\/a><\/p>\n<p>Elisabeth VENNEB\u00d6RGER<\/p>\n<p>Provinsi Maria Regina, Coesfeld, Jerman<\/p>\n<p>Tanggal dan Tempat Lahir:\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a008 September 1935\u00a0\u00a0\u00a0 Velen<br \/>\nTanggal dan Tempat Profesi:\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 12 Agustus 1960\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Coesfeld<br \/>\nTanggal dan Tempat Meninggal:\u00a0\u00a0\u00a0 23 September 2026\u00a0 \u00a0 Coesfeld, Biara Annenthal<br \/>\nTanggal dan Tempat Pemakaman: 30 September 2026\u00a0\u00a0\u00a0 Coesfeld, Pemakaman Biara<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/Agnesie.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-119836\" src=\"https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/Agnesie.jpg\" alt=\"\" width=\"259\" height=\"339\" srcset=\"https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/Agnesie.jpg 259w, https:\/\/snd1.org\/wp-content\/uploads\/Agnesie-115x150.jpg 115w\" sizes=\"(max-width: 259px) 100vw, 259px\" \/><\/a>Elisabeth Venneb\u00f6rger, yang dikenal oleh keluarga dan tetangganya sebagai \u201cLiesel\u201d, tumbuh besar bersama kakak laki-lakinya, Josef, di Velen, di distrik Borken. Ayahnya, Josef Venneb\u00f6rger, kembali dari penahanan ketika Liesel berusia sembilan tahun. Ibunya, Agnes Venneb\u00f6rger (n\u00e9e Bartz), merawat anak-anaknya sendirian selama tahun-tahun perang yang sulit. Liesel sering menceritakan kekhawatiran dan kesulitan yang dialami ibunya. \u201cSaat ayah kita pulang dari perang, aku akan melakukan ziarah ke Bunda Maria di Kevelaer sebagai tanda syukur\u2026,\u201d kata ibunya, dan ia setia menepati janjinya. Bertahun-tahun kemudian, ketika Liesel sudah lama bergabung dengan Kongregasi kita, ia melakukan ziarah dari Bocholt ke Kevelaer bersama banyak orang seiman. Perjalanan itu merupakan ungkapan rasa syukur kepada keluarganya.<\/p>\n<p>Setelah menyelesaikan sekolah di Velen, Liesel awalnya tinggal di rumah. Pada awal tahun 1953, ia merawat anak-anak Paud di pusat Caritas di Recklinghausen-Suderwich, kemudian di Bocholt. Sampai ia bergabung dengan Kongregasi kita pada tahun 1957, ia bekerja di TK di Ramsdorf bersama para suster kami.<\/p>\n<p>Saat penerimaan busana biara pada Agustus 1958, ia menerima nama religiusnya, Suster Maria Agnesie. Ia sangat gembira dapat menggunakan nama ibunya sejak saat itu. Pada Agustus 1960, ia mengikrarkan kaul sementara, dan pada tahun 1965, ia mengikrarkan kaul kekal di Generalat kita di Roma. Bagi Suster Maria Agnesie, bekerja dengan anak-anak usia Paud bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan. Beberapa tempat yang ia layani antara lain Warstein, L\u00fcnen, dan Bocholt. Wali Kota Warstein menulis dalam testimonialnya: \u201cKami sangat menyesali kepergian Suster Maria Agnesie, karena ia adalah seorang kepala TK yang sangat cekatan dan disayangi. Ia memiliki koneksi yang erat dengan para orang tua dan anak-anak di kota kami, dan ia selalu menjadi teladan yang baik bagi rekan-rekannya.\u201d Ia menyelesaikan pelatihan sebagai pendidik anak usia dini bersertifikat negara di Vechta pada tahun 1975. Ia kemudian mengambil alih kepemimpinan TK St. Paulus di Bocholt, tempat ia melayani selama 25 tahun. Ia adalah pendidik yang hangat dan penuh kasih sayang bagi anak-anak\u2014ramah namun konsisten\u2014serta penasihat yang bijaksana bagi orang tua dalam menghadapi masalah pengasuhan anak yang sering kali rumit.<\/p>\n<p>Kematian saudaranya, Josef, pada tahun 2005 merupakan kehilangan yang berat bagi Suster Maria Agnesie.<\/p>\n<p>Setelah berhenti bekerja di bidang pendidikan, Suster Maria Agnesie tetap tinggal di Bocholt dan mengurus pekerjaan rumah tangga sampai ia pindah ke Kloster Annenthal di Coesfeld pada Juni 2014. Ia senang hidup dengan tenang, namun sesekali ikut serta dalam kegiatan komunitas. Seiring berjalannya waktu, ia menderita demensia yang terkadang membuatnya sangat cemas.<\/p>\n<p>Bagaimanapun juga, terjatuh yang parah itulah\u2014serta operasi yang harus dijalani akibatnya \u2014yang membuatnya terbaring di tempat tidur. Kekuatannya pun semakin berkurang. Suster Maria Agnesie dirawat dengan penuh kasih oleh staf keperawatan yang merawat dan mendukungnya, serta didukung oleh komunitas suster kami. Dengan tenang, sebagaimana ia menjalani hari-harinya belakangan ini, ia menyerahkan hidupnya kembali ke dalam tangan Tuhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Provinsi Maria Regina<br \/>\nCoesfeld, Jerman<br \/>\n23 September 2026\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":119836,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[295],"tags":[],"class_list":["post-119837","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-kematian2-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119837","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119837"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119837\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":119840,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119837\/revisions\/119840"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/119836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119837"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119837"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snd1.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119837"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}